MODUL PKG PJOK 1.2.d. Lakukan - Pembelajaran Pemanfaatan Sumber Daya Berbasis Kekuatan Dalam Pembelajaran PJOK

 

Tabel 3
Pemetaan Aset

NO.

ASET

PEMANFAATAN ASET
DALAM PEMBELAJARAN PJOK
YANG BERPIHAK KEPADA
PESERTA DIDIK

KETERANGAN

1.

Modal Manusia

1.   Para Pengajar guru PJOK sesuai dengan bidangnya dan memiliki kualifikasi Pendidikan yang sesuai dan Guru PJOK memiliki keahlian dan pengetahuan yang kompeten dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran yang sesuai dengan kurikulum serta kebutuhan peserta didik. Guru yang berkualitas dapat memotivasi dan menginspirasi peserta didik untuk aktif berpartisipasi dalam aktivitas fisik dan memahami pentingnya kesehatan.

2.   Guru PJOK dapat menggunakan keahlian dan pengetahuannya untuk:

a)   Menyusun rencana pembelajaran yang efektif dan efisien.

b)  Memilih dan menggunakan media pembelajaran yang tepat.

c)   Menjelaskan materi pembelajaran dengan jelas dan mudah dipahami.

d)  Memberikan penilaian pembelajaran yang objektif dan adil.

3.   Guru PJOK dapat menggunakan kreativitas dan inovasinya untuk:

a)   Mengembangkan metode dan strategi pembelajaran yang menarik dan bermakna bagi siswa.

b)  Memanfaatkan teknologi dalam pembelajaran.

c)   Membuat media pembelajaran yang kreatif dan inovatif.

4.   Guru PJOK harus mengikuti pelatihan dan pengembangan diri secara berkelanjutan untuk meningkatkan keahlian dan pengetahuannya.

5.   Guru PJOK sudah membangun hubungan yang positif dengan siswa dan menciptakan lingkungan belajar yang kondusif.

6.   Guru PJOK kreatif dan inovatif dalam mengembangkan metode dan strategi pembelajaran.

7.   Guru PJOK memiliki motivasi dan semangat yang tinggi untuk menularkan semangat belajar kepada siswa.

 

 

Terlaksana

2.

 

 

 

Modal Sosial

1)   Guru PJOK telah mendorong siswa untuk terlibat dalam kegiatan sosial di masyarakat, seperti membantu membersihkan lingkungan atau membantu orang yang membutuhkan.

2)   Guru PJOK telah mengundang tokoh-tokoh masyarakat untuk memberikan motivasi kepada siswa. Memberikan pelatihan dan donator kegiatan di dalam pembelajaran PJOK

3)   Guru PJOK telah mengintegrasikan nilai-nilai dan norma sosial yang berlaku di masyarakat ke dalam pembelajaran PJOK, seperti nilai-nilai gotong royong, kerjasama, dan saling menghormati.

4)   Guru PJOK telah bekerja sama dengan orang tua siswa untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif di rumah.

5)   Guru PJOK telah aktif dalam kegiatan sosial di masyarakat.

6)   Guru PJOK telah melibatkan masyarakat dalam pembelajaran PJOK.

7)   Guru PJOK telah memanfaatkan media sosial untuk menjalin komunikasi dengan masyarakat

 

 

Terlaksana

3.

Modal Politik

 

 

Pemangku kepentingan yang sudah dilibatkan dalam pembelajaran PJOK antara lain:

1)   Pemerintah: Pemerintah dapat memberikan dukungan dana baik melalui dan BOS maupun BOP untuk sarana dan prasarana, serta kebijakan yang mendukung pembelajaran PJOK.

2)   Dunia usaha dan industri: Dunia usaha dan industri dapat membantu dalam penyediaan tempat magang, pelatihan, dan sertifikasi bagi siswa.

3)   Keberpihakan kebijakan: Kebijakan yang berpihak pada pembelajaran PJOK dapat membantu meningkatkan kualitas pembelajaran. Kebijakan ini dapat berupa:

a)   Peningkatan alokasi dana untuk pembelajaran PJOK.

b)   Penyediaan sarana dan prasarana yang memadai untuk pembelajaran PJOK.

c)   Pemberian pelatihan bagi guru PJOK.

d)   Pengembangan kurikulum PJOK yang lebih berorientasi pada kebutuhan siswa.

 

Terlaksana

4.

Modal Agama dan Budaya

 

 

Nilai-nilai agama dan budaya: Nilai-nilai agama dan budaya yang luhur dapat diintegrasikan ke dalam pembelajaran PJOK untuk membantu siswa mengembangkan karakter dan budi pekerti yang mulia.

1)   Tradisi dan kearifan lokal: Tradisi dan kearifan lokal yang berkaitan dengan kesehatan, kebugaran, dan olahraga seperti permainan tradisional yang telah dimanfaatkan untuk memperkaya pembelajaran PJOK.

2)   Tempat-tempat ibadah dan budaya: Tempat-tempat ibadah dan budaya telah dijadikan sebagai sumber belajar bagi siswa untuk mempelajari nilai-nilai agama dan budaya yang berkaitan dengan kesehatan, kebugaran, dan olahraga.

3)  Tokoh-tokoh agama dan budaya: Tokoh-tokoh agama dan budaya dapat dijadikan sebagai teladan bagi siswa dalam menerapkan nilai-nilai agama dan budaya dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam menjaga kesehatan, kebugaran, dan berolahraga.

 

Terlaksana

5

Modal Fisik

 

 

Modal fisik merupakan salah satu aset penting dalam pembelajaran Penjasorkes (PJOK). Aset ini mencakup berbagai sarana dan prasarana yang menunjang pelaksanaan pembelajaran PJOK, seperti:

1)  Ruang belajar: Ruang belajar yang kondusif dan representatif dapat membantu siswa untuk fokus belajar dan merasa nyaman dalam mengikuti pembelajaran PJOK.

2)  Alat dan media pembelajaran: Alat dan media pembelajaran yang lengkap dan modern dapat membantu siswa untuk memahami materi pembelajaran dengan lebih mudah dan menarik.

3)  Sarana prasarana olahraga: Sarana prasarana olahraga yang memadai dapat membantu siswa untuk mengembangkan keterampilan dan kemampuan motoriknya.

4)  Fasilitas pendukung lainnya: Fasilitas pendukung lainnya seperti ruang ganti, toilet, dan kantin dapat membantu siswa untuk merasa nyaman dan aman selama mengikuti pembelajaran PJOK.

5.   Guru PJOK dapat menggunakan ruang belajar yang dilengkapi dengan papan tulis, proyektor, dan layar untuk menyampaikan materi pembelajaran.

6.   Guru PJOK telah dapat menggunakan alat dan media pembelajaran seperti bola, raket, dan stopwatch untuk membantu siswa mempelajari teknik-teknik dasar dalam olahraga.

 

 

 

Terlaksana

6.

Modal Lingkungan atau Alam

 

 

 

1)    Guru PJOK telah mengajak siswa untuk melakukan kegiatan belajar di luar kelas, seperti berkemah,berjalan di lingkungan sekitar.

2)  Guru PJOK dapat menggunakan tumbuhan dan hewan sebagai objek pembelajaran untuk mempelajari tentang anatomi, fisiologi

3)  Guru PJOK telah mengajarkan kepada siswa tentang pentingnya menjaga kelestarian alam dan lingkungan hidup.

a.                                                   

 

Terlaksana

7.

Modal Finansial

Modal finansial merupakan salah satu aset penting dalam Pembelajaran (PJOK). Aset ini mencakup berbagai sumber daya keuangan yang dapat digunakan untuk menunjang pelaksanaan pembelajaran PJOK yang telah lakukan antara lain :

1)   Sekolah dapat menggunakan dana BOS untuk membeli alat dan media pembelajaran PJOK, seperti bola, raket, dan stopwatch perawatan dan perbaikan.

2)   Membeli alat dan media pembelajaran yang lengkap dan modern.

3)   Memberikan penghargaan kepada siswa yang berprestasi dalam bidang PJOK.

4)   Sekolah dapat bekerja sama dengan perusahaan swasta untuk mendapatkan sponsor dalam penyelenggaraan kegiatan lomba dan kejuaraan olahraga.

5)   Sekolah dapat menjalin kerjasama dengan universitas untuk mendapatkan bantuan dalam pengembangan kurikulum PJOK.

 

 

 

 


MODUL PPG PJOK 1.2.b.1. Elaborasi Isi - Pembelajaran Pemanfaatan Sumber Daya Berbasis Kekuatan Dalam Pembelajaran PJOK

 

Modul PPG PJOK 1.2.b.1. Elaborasi Isi - Pembelajaran Pemanfaatan Sumber Daya Berbasis Kekuatan Dalam Pembelajaran PJOK

Soal 1

Bagaimana cara Ibu/Bapak melakukan proses pembelajaran PJOK,  apakah masih menggunakan pendekatan berbasis kekurangan atau sudah menggunakan pendekatan berbasis kekuatan?

Jawab

Hal ini mengacu pada metode dan strategi yang digunakan oleh guru untuk menyampaikan pembelajaran PJOK. Pendekatan dapat dikategorikan sebagai 'berbasis defisit' (berfokus pada kelemahan) atau 'berbasis kekuatan' (membangun keterampilan dan kemampuan yang ada). Pertanyaan ini mengeksplorasi pendekatan mana yang digunakan dalam pengajaran pendidikan jasmani.

Proses pembelajaran PJOK dapat dilakukan dengan pendekatan berbasis kekuatan untuk lebih mengembangkan potensi siswa. Diskusikan dengan Ibu/Bapak tentang metode yang digunakan dan kemungkinan perubahan yang diperlukan. Berikut adalah cara mengidentifikasinya mengenai pendekatan tersebut :

1. Memahami Pendekatan Pembelajaran : Pahami dua pendekatan yang disebutkan:

a.     Pendekatan berbasis kekurangan: Fokus pada kelemahan siswa dan berusaha memperbaikinya.

b.     Pendekatan berbasis kekuatan: Mengidentifikasi dan mengembangkan potensi serta kelebihan siswa.

2.     2. Evaluasi Proses Pembelajaran Saat Ini :Tanyakan kepada Ibu/Bapak tentang metode yang digunakan dalam pembelajaran PJOK saat ini. Apakah lebih banyak menekankan pada perbaikan kelemahan atau pengembangan kekuatan siswa?

3.     3. Identifikasi Contoh Praktis : Minta Ibu/Bapak untuk memberikan contoh konkret dari kegiatan pembelajaran yang mencerminkan pendekatan yang digunakan. Misalnya, apakah lebih sering memberikan umpan balik positif atau fokus pada kesalahan siswa?

4.     4. Diskusikan Perubahan yang Diperlukan : Jika saat ini masih menggunakan pendekatan berbasis kekurangan, diskusikan kemungkinan untuk beralih ke pendekatan berbasis kekuatan. Apa saja langkah-langkah yang bisa diambil untuk mengimplementasikan perubahan tersebut?

Soal 2

Bagaimana Ibu/Bapak dapat menerapkan pendekatan berbasis aset untuk memaksimalkan potensi  dalam mendukung proses pembelajaran PJOK yang berpihak kepada peserta didik ?

Jawab

Pendekatan berbasis aset berfokus pada kekuatan dan sumber daya dalam suatu komunitas atau individu untuk meningkatkan pembelajaran dan pengembangan. Dalam PJOK, ini berarti mengidentifikasi keterampilan, bakat, dan minat siswa yang ada, dan menggunakannya sebagai landasan untuk membangun. Pendekatan ini menekankan kolaborasi dan pemberdayaan, serta menciptakan lingkungan belajar yang positif dan inklusif.

Dengan menerapkan pendekatan berbasis aset, guru PJOK dapat memaksimalkan potensi peserta didik dalam pembelajaran PJOK dengan mengidentifikasi kekuatan mereka, merancang kegiatan yang relevan, melibatkan mereka dalam proses, dan melakukan evaluasi untuk perbaikan berkelanjutan. Berikut cara memaksimalkan potensi dalam mendukung proses pembelajaran PJOK :

1.     1. Memahami Pendekatan Berbasis Aset : Pendekatan berbasis aset (asset-based approach) berfokus pada kekuatan dan potensi yang dimiliki oleh peserta didik, bukan pada kekurangan mereka. Dalam konteks PJOK (Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan), ini berarti mengidentifikasi dan memanfaatkan kemampuan fisik, minat, dan bakat siswa.

2.     2. dentifikasi Aset Peserta Didik : Lakukan penilaian untuk mengidentifikasi aset yang dimiliki oleh peserta didik, seperti:

a.     Kemampuan fisik (misalnya, daya tahan, kekuatan)

b.     Minat dalam olahraga tertentu

c.     Keterampilan sosial (kerja sama, kepemimpinan)

3.     3. Rancang Kegiatan Pembelajaran : Berdasarkan aset yang telah diidentifikasi, rancang kegiatan pembelajaran yang:

a.     Memanfaatkan kekuatan siswa (misalnya, jika siswa memiliki minat dalam sepak bola, adakan kegiatan sepak bola)

b.     Mendorong kolaborasi dan partisipasi aktif

4.     4. Libatkan Peserta Didik dalam Proses : Ajak peserta didik untuk terlibat dalam perencanaan kegiatan. Ini dapat meningkatkan rasa memiliki dan motivasi mereka. Misalnya, biarkan mereka memilih jenis olahraga yang ingin dipelajari atau kompetisi yang ingin diikuti.

5.     5. Evaluasi dan Umpan Balik : Setelah kegiatan dilaksanakan, lakukan evaluasi untuk melihat dampak dari pendekatan ini. Berikan umpan balik yang konstruktif kepada peserta didik dan gunakan hasil evaluasi untuk memperbaiki kegiatan di masa depan.

 

.

 



MODUL PKG PJOK 1.2.b. Elaborasi Isi - Pembelajaran Pemanfaatan Sumber Daya Berbasis Kekuatan Dalam Pembelajaran PJOK

 

Jawaban 1.2.b. Elaborasi Isi - Pembelajaran Pemanfaatan Sumber Daya Berbasis Kekuatan Dalam Pembelajaran PJOK

Soal 1

Apa yang telah Ibu/Bapak  pahami tentang berpikir berbasis kekurangan/masalah dan pemikiran aset/kekuatan? apa yang dimaksud dengan berpikir berbasis kekurangan/masalah dan berpikir berbasis aset/kekuatan?

Jawab

Pemiikiran berbasis kekurangan / masalah (Deficit Based Thinking) dan berpikir berbasis aset atau kekuatan (Aset Based Thinking) adalah dua pendekatan yang berbeda dalam memecahkan masalah atau membuat keputusan:

A. Berpikir Berbasis Kekurangan/Masalah:

1.     Pengertian : Pendekatan deficit based thinking ini guru PJOK fokus pada masalah, kekurangan, dan hal-hal yang perlu diperbaiki. Berpikir dengan cara ini sering kali memusatkan perhatian pada apa yang tidak berjalan dengan baik dan mencari solusi untuk mengatasi kekurangan tersebut.

2.     Contoh : Jika pembelajaran PJOK menghadapi masalah dalam pelaksanaan praktik PJOK, pendekatannya mungkin adalah mencari tahu apa yang menyebabkan tidak berjalannya pelaksanaan praktik pembelajaran dan bagaimana mengatasi hambatan tersebut.

B. Berpikir Berbasis Aset/Kekuatan:

1.     Definisi : Pendekatan ini guru PJOK fokus pada kekuatan, aset, dan hal-hal positif yang sudah ada. Guru PJOK yang berpikir dengan cara ini berusaha memanfaatkan apa yang sudah tersedia dan memperkuat kekuatan yang ada untuk mencapai tujuan atau mengatasi tantangan.

2.     Contoh : Jika guru PJOK didukung dengan sarana dan prasarana atau fasilitas memadai, pendekatannya mungkin adalah memanfaatkan daya dukung tersebut untuk meningkatkan kualitas atau mutu pembelajaran dan bagaimana mencapai tujuan yang diinginkan.

Soal 2

Dalam pembelajaran PJOK yang Ibu/Bapak terapkan selama ini, apakah menggunakan pendekatan berpikir berbasis kekurangan ataukah berbasis kekuatan?  jelaskan alasan jawaban Ibu/ Bapak dan bagaimana menerapkannya?

Jawab

Pendekatan pembelajaran berbasis kekuatan (Aset Based Thinking)  lebih efektif dalam pembelajaran PJOK karena fokus pada potensi dan kemampuan siswa. Hal ini membantu siswa untuk membangun kepercayaan diri, motivasi dan semangat dalam belajar. Penerapannya dapat dilakukan dengan cara:

1.     Mengenali dan menghargai potensi siswa : Guru perlu memperhatikan bakat, minat, dan kemampuan siswa dalam berbagai bidang olahraga.

2.     Memberikan kesempatan untuk berkembang : Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk mencoba berbagai jenis olahraga dan mengembangkan kemampuan mereka.

3.     Memberikan umpan balik positif : Guru memberikan pujian dan penghargaan atas usaha dan kemajuan siswa.

4.     Membangun suasana belajar yang positif : Guru menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan mendukung, sehingga siswa merasa nyaman dan termotivasi untuk belajar.

5.     Memfokuskan pada proses belajar : Guru lebih menekankan pada proses belajar daripada hasil akhir.

6.     Membangun kolaborasi : Guru mendorong siswa untuk bekerja sama dan saling mendukung dalam belajar.

7.     Menghindari fokus pada kekurangan : Guru tidak terlalu fokus pada kekurangan siswa, tetapi lebih fokus pada potensi dan kemampuan mereka.

 

Soal 3

Menurut Ibu/Bapak apakah dengan menggunakan berpikir berbasis aset/kekuatan bermanfaat dalam penerapan pembelajaran PJOK?  Jelaskan alasannya!

Jawab.

Tentu, berpikir berbasis aset atau kekuatan sangat bermanfaat dalam penerapan pembelajaran PJOK (Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan). Berikut adalah beberapa alasan yang mendukung hal tersebut :

A.    Manfaat Berpikir Berbasis Aset dalam PJOK

1.     Peningkatan Motivasi : Fokus pada kekuatan siswa dapat meningkatkan motivasi mereka untuk berpartisipasi dalam kegiatan fisik, karena mereka merasa lebih percaya diri dengan kemampuan yang mereka miliki.

2.     Pengembangan Keterampilan :Mendorong siswa untuk memanfaatkan kekuatan mereka dalam kegiatan olahraga dapat membantu mereka mengembangkan keterampilan baru dan memperbaiki yang telah ada.

3.     Pembelajaran Positif : Berpikir berbasis aset mempromosikan pendekatan positif dalam pembelajaran, yang dapat meningkatkan iklim kelas dan mendukung kerja tim serta kolaborasi.

4.     Fokus pada Perbaikan : Dengan menekankan apa yang sudah dikuasai, siswa dapat lebih mudah melihat area yang perlu ditingkatkan tanpa merasa tertekan, sehingga pembelajaran menjadi lebih menyenangkan.

B.    Signifikansi dan Aplikasi

Berpikir berbasis aset dalam PJOK dapat mengarah pada pengalaman belajar yang lebih inklusif dan efektif. Dengan mengidentifikasi dan memanfaatkan kekuatan siswa, pendidik dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih positif, sehingga siswa lebih terlibat dan berhasil dalam pembelajaran mereka. Pendekatan ini juga membantu mendidik siswa untuk lebih menghargai diri dan kemampuan mereka, yang penting tidak hanya dalam olahraga tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.

 

Soal 4

Sejauh mana sumber daya sekolah yang Ibu/Bapak miliki sudah digunakan secara efektif untuk mendukung kualitas pembelajaran PJOK  di sekolah? Jelaskan!

Jawab

Sumber daya sekolah yang ada harus digunakan secara efektif untuk mendukung kualitas pembelajaran PJOK dengan memastikan fasilitas dan peralatan tersedia dan terawat, guru memiliki kompetensi yang baik, serta adanya dukungan anggaran untuk kegiatan yang mendukung pembelajaran. Evaluasi secara berkala diperlukan untuk meningkatkan efektivitas penggunaan sumber daya tersebut. Berikut ini bebarap langkah dukungan sekolah agar pembelajaran PJOK berkualitas :

Langkah 1: Identifikasi Sumber Daya Sekolah

Tentukan jenis sumber daya yang tersedia di sekolah, seperti:

  1. Fasilitas (lapangan olahraga, ruang kelas)
  2. Peralatan (bola, alat kebugaran)
  3. Tenaga pengajar (guru PJOK)
  4. Anggaran (dana untuk kegiatan olahraga)

Langkah  2: Evaluasi Penggunaan Sumber Daya

Tinjau bagaimana sumber daya tersebut digunakan dalam pembelajaran PJOK:

  1. Apakah fasilitas olahraga digunakan secara rutin?
  2. Apakah peralatan olahraga tersedia dan dalam kondisi baik?
  3. Apakah guru PJOK memiliki pelatihan yang memadai?
  4. Apakah ada anggaran yang cukup untuk kegiatan ekstrakurikuler?

langkah 3: Analisis Dampak Terhadap Kualitas Pembelajaran

Tentukan dampak penggunaan sumber daya terhadap kualitas pembelajaran:

  1. Apakah siswa aktif berpartisipasi dalam kegiatan olahraga?
  2. Apakah ada peningkatan keterampilan dan kebugaran siswa?
  3. Apakah siswa menunjukkan minat yang tinggi terhadap pelajaran PJOK?

 

SOAL 5

Sudahkah sekolah memanfaatkan apa yang ada di lingkungan sekitar untuk meningkatkan kualitas pembelajaran PJOK? Bagaimana caranya?

Jawab

Memasukkan lingkungan lokal ke dalam pelajaran Pendidikan Jasmani dapat memberikan berbagai kesempatan belajar. Ini dapat melibatkan penggunaan ruang alami untuk berbagai kegiatan, memasukkan permainan dan olahraga lokal, atau menghubungkan pelajaran dengan tema lingkungan. Sekolah dapat memanfaatkan lingkungan sekitar dengan mengidentifikasi sumber daya, merencanakan kegiatan pembelajaran, melibatkan siswa, dan melakukan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran PJOK.

Berikut ini sekolah dalam pemanfaatan lingkungan sekitar dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PJOK, yakni :

1.     Identifikasi Sumber Daya Lingkungan : Pertama, identifikasi sumber daya yang ada di lingkungan sekitar sekolah, seperti lapangan olahraga, taman, sungai, atau fasilitas umum lainnya. Sumber daya ini dapat digunakan untuk kegiatan pembelajaran PJOK (Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan).

2.     Rencanakan Kegiatan Pembelajaran : Mencanakan kegiatan pembelajaran yang memanfaatkan sumber daya tersebut. Misalnya, menggunakan lapangan untuk latihan olahraga, taman untuk kegiatan senam, atau sungai untuk pembelajaran tentang renang dan keselamatan air.

3.     Libatkan Siswa dalam Kegiatan : Libatkan siswa dalam kegiatan tersebut dengan cara mengadakan kompetisi olahraga, pelatihan, atau kegiatan kebugaran yang melibatkan mereka secara aktif. Ini akan meningkatkan minat dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran PJOK.

4.     Evaluasi dan Refleksi : Setelah kegiatan dilakukan, lakukan evaluasi untuk melihat dampak dari pemanfaatan lingkungan terhadap kualitas pembelajaran. Diskusikan dengan siswa tentang pengalaman mereka dan apa yang bisa diperbaiki di masa depan.

 

Soal 6

Adakah cara alternatif yang bisa kita lakukan untuk memaksimalkan sumber daya?

Jawab

Optimalisasi sumber daya melibatkan pencarian cara paling efisien untuk menggunakan sumber daya yang tersedia guna mencapai tujuan. Ini termasuk mengidentifikasi, mengalokasikan, dan mengelola sumber daya secara efektif untuk meminimalkan pemborosan dan memaksimalkan hasil.

Ada beberapa cara alternatif untuk memaksimalkan sumber daya, termasuk penggunaan teknologi, pelatihan tenaga kerja, dan praktik ramah lingkungan.

1.     Identifikasi Sumber Daya : Tentukan jenis sumber daya yang ingin dimaksimalkan, seperti waktu, uang, tenaga kerja, atau bahan baku.

2.     Analisis Penggunaan Saat Ini : Tinjau bagaimana sumber daya tersebut saat ini digunakan. Catat area di mana ada pemborosan atau ketidakefisienan.

3.     Cari Alternatif : Teliti metode atau strategi alternatif yang dapat digunakan untuk meningkatkan efisiensi. Contohnya:

a.     Menggunakan teknologi untuk otomatisasi.

b.     Mengimplementasikan pelatihan untuk meningkatkan keterampilan tenaga kerja.

c.     Mengadopsi praktik ramah lingkungan untuk mengurangi limbah.

4.     Evaluasi dan Uji Coba : Setelah menemukan alternatif, lakukan evaluasi untuk melihat potensi dampaknya. Uji coba beberapa metode untuk melihat mana yang paling efektif.

5.     Implementasi dan Pemantauan : Implementasikan metode yang paling efektif dan lakukan pemantauan secara berkala untuk memastikan sumber daya dimaksimalkan dengan baik.